Minggu, 19 Desember 2010

MENGEMBANG TAK TERBATAS


MENGEMBANG TAK TERBATAS
Pdp. Tony Tedjo, S.Th., M.Th., D.Th.(C)
Teks: Matius 25:14-30

Dalam perumpamaan Tuhan Yesus mengenai talenta, diceritakan bahwa ada seorang tuan yang hendak bepergian dan meminjamkan sebagian hartanya kepada ketiga hambanya agar mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Masing-masing hamba diberikan lima talenta, dua talenta, dan satu talenta. Untuk satu talenta dalam Perjanjian Baru bernilai 6000 dinar, atau nilainya ini setara dengan upah pekerja selama 6000 hari (sekitar 16 tahun 6 bulan bekerja). Bila dibandingkan dengan nilai upah pekerja per hari pada masa kini, yaitu Rp70.000, maka satu talenta senilai Rp420.000.000 (empat ratus dua puluh juta rupiah). Jumlah yang sangat besar. Yang menerima 5 talenta berarti dia memperoleh pinjaman uang sebesar Rp2.100.000.000 (dua milyar seratus juta rupiah). Sedangkan yang menerima 2 talenta memperoleh pinjaman sebesar Rp840.000.000 (delapan ratus empat puluh juta rupiah). Dan yang menerima 1 talenta dia menerima pinjaman sebesar Rp420.000.000. Perbedaan besarnya pinjaman tersebut disesuaikan dengan kesanggupan masing-masing hamba. Semakin besar diberi pinjaman berarti semakin besar dia dituntut untuk mempertanggungjawabkannya kepada tuannya.
Setelah uang pinjaman itu berada di tangan mereka, maka ketiganya langsung memakai uang tersebut. Hamba yang diberi uang sebesar Rp2,1 milyar memilih untuk berdagang (misalnya jual beli mobil). Dan setelah sekian lama, maka didapati bahwa keuntungan yang diperoleh hasil berdagang jual beli mobil sebesar Rp2,1 milyar. Jadi kini dia memiliki uang sebesar Rp4,2 milyar.
Hamba kedua yang diberi modal sebesar Rp840 juta memakai uang tersebut untuk berjualan handpone. Dan ternyata, setelah sekian lama, diperoleh keuntungan sebesar Rp840 juta. Sehingga kini uangnya menjadi Rp1,68 milyar.
Sedangkan hamba yang ketiga tidak mau mengusahakan untuk berkembang menjadi berkali lipat. Dia hanya menyimpan saja uang pinjaman sebesar Rp420 juta tersebut di rumahnya. Dia beranggapan bahwa karena tuannya itu jahat dan hanya mau mengambil keuntungan darinya saja untuk kepentingan pribadinya. Jadi setelah beberapa waktu lamanya, uang itu tetap berjumlah Rp420 juta.
Setelah beberapa waktu lamanya, tuan ketiga hamba tersebut datang dan memanggil ketiga hambanya tersebut untuk memberi pertanggungjawabkan uang yang dipinjamkannya. Kepada hamba yang pertama dan kedua, karena mereka sudah mengupayakan uang pinjaman tersebut menjadi dua kali lipat, maka mereka mendapatkan kebahagiaan dari tuannya (diberi hadiah). Sedangkan kepada hamba ketiga yang tidak mengembangkan uang pinjaman tuannya, tidak mendapatkan hadiah, malah uang tersebut diambil dan diberikan kepada hamba yang dipercaya lima talenta. Selain itu, hamba yang dikatakan jahat oleh tuannya tersebut mendapatkan hukuman (di penjara).

Aplikasi
Setiap orang diberikan oleh Tuhan talenta (bakat atau kemampuan tertentu) yang jumlahnya berbeda-beeda, sesuai dengan kemampuan tiap-tiap orang dalam mengelolanya. Hal yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak diberikan kemampuan lebih oleh Tuhan. Setidaknya setiap orang tersebut memiliki satu kemampuan yang unik. Bila ada yang belum menyadari kemampuannya (talenta), dia harus menggalinya sampai bakat atau kemampuannya itu muncul ke permukaan.
Sebagai mahasiswa yang diberikan kemampuan luar biasa oleh Tuhan, diharuskan untuk mengembangkannya menjadi berlipat ganda. Misalnya, seorang yang bisa bermain musik gitar, dia bisa mengembangkan dengan belajar musik drum, bass, dan keyboard. Sehingga dia bisa memainkan semua alat musik tersebut. Seorang yang diberi talenta bernanyi bisa mengembangkannya sehingga dia tidak hanya menjadi penyanyi, tapi sekaligus menjadi pencipta lagu, bahkan menjadi produser lagu.
Hal yang harus diperhatikan bukanlah seberapa banyak talenta yang dimiliki seseorang, tetapi lebih kepada apakah orang itu mampu untuk melipatgandakan talenta yang sudah Tuhan percayakan kepadanya. Sebab pada waktu kita setia, meski hanya memiliki satu talenta, tetapi mau mengembangkannya. Maka Tuhan akan menambahkan dari satu talenta menjadi dua, tiga, empat atau lima talenta. Hal yang dituntut adalah kesetiaan. ”Barangsiapa setia dalam perkara yang kecil, dia akan dipercayakan hal-hal yang lebih besar.”
Jangan sampai suatu kali nanti ketika kita menghadap Tuhan, dikatakan sebagai hamba yang malas dan jahat. Marilah kita mengembangkan talenta yang sudah Tuhan percayakan kepada kita secara maksimal. Selagi ada waktu dan ada kesempatan, mengapa tidak kita pergunakan dengan sebaik mungkin bagi kemuliaan Tuhan Yesus. Dan Tuhan akan memberikan hadiah kepada orang yang setia dan taat menuruti kehendak-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar