Jumat, 16 Oktober 2009

PIKIRAN, AJANG PENYESATAN


J. Oswald Sanders berkata “The mind of man is the battle ground on which every moral and spiritual battle is fought.”. Memang, di dalam pikiran manusialah seringkali terjadi peperangan antara menuruti kehendak Allah atau terseret pada kehendak setan dan kedagingan. Terkadang dalam peperangan ini, beberapa orang menyerah kalah dan lebih menururuti kehendak setan atau kehendak dagingnya yang cenderung bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Sejak manusia diciptakan Allah di Taman Eden, maka mereka bergumul dengan pikirannya. Hal yang dipertentangkan adalah masalah “buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat”, boleh atau tidak memakan buah tersebut? Di satu sisi, Allah sudah berfirman kepada Adam: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:16). Namun, di sisi lain ular (gambaran iblis) memberikan pendapat yang seolah-olah benar dan bijaksana: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jaahat” (Kejadian 3:4-5). Maka timbullah peperangan dalam pikiran Hawa.
Hawa akhirnya terpikat oleh bujukan ular. Dia mulai melirik buah terlarang itu. Pikirannya yang sudah teracuni perkataan si ular mulai beranggapan bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Dari pikiran yang disesatkan ini, Hawa semakin terpuruk, dengan memetik buah terlarang itu dan memakannya. Dan yang lebih paranya, perempuan ini malah memberikan kepada suaminya. Memang, perkataan si ular bahwa setelah makan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, maka matanya akan terbuka dan menjadi “seperti Allah”. Namun sayang, Adam bersama Hawa melanggar perintah Tuhan, sehingga dia menjadi malu akan keadaannya yang telanjang. Dan lebih parah lagi bahwa kemuliaan Allah atas diri mereka sudah hilang. Adam bersama isterinya diusir dari Taman Eden dan harus menerima konsekuensi atas dosanya, terkutuk.
Pikiran manusia menjadi ajang penyesatan dari musuh kita, yaitu iblis. Dia berusaha dengan berbagai cara untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan ke dalam dosa penyesatan. Sepertinya pengajaran yang diajarkan sudah sesuai Alkitab, sebab memakai kutipan dari ayat-ayat dalam Alkitab. Tetapi sesungguhnya sudah melenceng jauh dari maksud penulisnya. Dari penafsiran yang salah terhadap ayat tertentu dalam Alkitab, oleh beberapa orang kemudian diajarkan kepada orang lain, sehingga terbentuklah perkumpulan-perkumpulan. Perkumpulan-perkumpulan ini menganggap bahwa pengajaran merekalah yang benar, dan ajaran yang dulu mereka anut itulah yang salah. Padahal, justru pengajaran merekalah yang salah, sebab sudah melenceng jauh dari tujuan utama ayat itu sendiri.
Bahaya dari penyesatan melalui pikiran ini berjalan pelan tapi pasti. Bila seseorang tidak menyadari akan hal ini dapat berakibat fatal. “Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Amsal 21:2). Orang menganggap bahwa jalan yang sedang ia tempuh adalah jalan yang benar, padahal jalan tersebut berujung pada kebinasaan. “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 16:25). Oleh karena itu baiklah kita menjaga pikiran kita dengan beberapa hal berikut:
1. Memenuhi pikiran kita dengan ayat-ayat firman Tuhan. Bacalah setiap hari firman Tuhan, minimal 3-4 pasal. Alangkah baiknya jika ayat-ayat tersebut diucapkan dengan bersuara, sebab akan didengar oleh telinga kita sendiri dan akan menghasilkan iman (Roma 10:17).
2. Pikirkanlah pikiran yang benar dan suci (Filipi 4:8). Memikirkan hal-hal yang baik dan berkenan di hati Tuhan. Jauhkan prasangka buruk dan negatif terhadap suatu peristiwa yang buruk.
3. Bergaullah dengan mereka yang berpikiran baik, hindari bergaul dengan orang yang berpikiran jahat atau buruk.
4. Menyertakan Tuhan dalam setiap perencanaan dan tindakan. Hidup mengandalkan Tuhan, termasuk dalam hal berpikir. Menaklukkan pikiran kita kepada pikiran Kristus.

Kita perlu mewaspadai terhadap adanya bahaya penyesatan yang datang dengan berbagai rupa, seperti tayangan TV yang menayangkan film-film dengan cerita yang seringkali bertentangan dengan firman Tuhan. Kita dituntut untuk berpikir kritis, tidak langsung telan dan menerima begitu saja terhadap berbagai ajaran yang diperhadapkan di depan mata kita. (Dimuat pada Buletin GII Hok Im Tong bernama Euangelion edisi Oktober-November 2009, ditulis oleh Pdp. Tony Tedjo, M.Th --- Hamba Tuhan, Penulis, Konsultan Literatur, Pengajar)

Penyerahan Hak dan Penundukan Diri


Yesus Kristus telah memberikan teladan kepada kita dalam hak penyerahan hak dan penundukan diri. Meski Dia adalah Allah, namun mau merendahkan diri-Nya bahkan taat sampai mati di atas kayu salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Padahal hukuman yang dia jalani tidaklah seharusnya dia tanggung. Tapi Yesus mau menunjukkan kepada kita bahwa untuk menjadi seorang yang berhati hamba, dituntut pengorbanan, bahkan nyawa sekalipun bila diperlukan.
Meski kita tidak harus mati seperti yang diperbuat Yesus, tetapi setidaknya ada hal-hal lain yang bisa kita teladani dalam hal kerendahatian, seperti: Mau berbagi dengan orang lain di kala mereka membutuhkan pertolongan; memotivasi saudara seiman agar bertumbuh; mengingatkan bila saudara seiman sudah jauh dari Tuhan; membagikan berkat pengalaman rohani (sharing); bersedia melayani di gereja dalam bidang apa saja bila diperlukan; dan sikap lainnya.
Sifat rendah hati itu haruslah dimulai dari dalam diri seseorang (motivasi). Sebab ada juga orang-orang yang di luarnya nampak melayani, namun di dalam hatinya dia bersungut-sungut. Apabila orang tersebut memiliki motivasi yang benar dalam melayani, tentunya persungutan bisa dihindari. Dan yang bisa memampukan seseorang bisa memiliki sifat rendah hati adalah hidup yang senantiasa dipimpin Roh Kudus. Sebab hanya Dialah yang memampukan setiap orang untuk menyangkali dirinya dan mengedepankan Tuhan dalam hidupnya. (Tony Tedjo penulis buku, motivator, pengajar, konsultan literatur, bisa dihubungi di 081394401799 atau tonytedjo@gmail.com)

Minggu, 27 September 2009

Workshop Menulis Buku

Salam dahsyat penulis!
Syalom, puji syukur kepada Tuhan Yesus atas anugerah-Nya tanggal 26 September 2009 lalu telah dilangsungkan Workshop Menulis Buku "6 Jam yang Mengubahkan". Bertempat di Hotel Perdana Wisata lt. 3 Ruang Alamanda 1. Dimulai pukul 9 pagi dan berakhir pukul 3 sore.
Peserta yang mendaftar sebenarnya 14 orang, namun karena berbagai kendala: ada yang sakit, ada yang harus mengantar isteri ke rumah sakit, dan ada yang tidak bisa ikut karena harus mengurusi anak (maklum pembantu sedang mudik). Yang hadir ada 9 orang dari berbagai denominasi gereja (GISI Cimahi, GKPB Bandung, GKIM Gloria, Katedral, GBI Hypersquare dan BKR, HKPB, dll)
Hadir sebagai pembicara tunggal adalah Bpk. Pdp. Tony Tedjo, M.Th selaku Ketua SOW. Empat topik utama yang disampaikan, yaitu Menjadi kaya dengan menulis, 9 kata jangan yang harus dihindari penuli, 10 hal yang harus diperhatikan bagi penulis buku best seller, dan menulis buku laris.
Acara dimulai dengan pengucapan kalimat: "Menulis Buku itu Mudah.". Selama session, semua peserta begitu antusias dan mulai melangkah menjadi penulis. Ada yang langsung mengirimkan tulisannya kepada kami untuk dimuat di blog ini.
Bpk. Tony memberikan tips praktis bagaimana bisa menulis buku dan membagikan pengalamannya sebagai penulis buku dan sekaligus menjadi penerbit buku.
Maju terus penulis. sampai berjumpa pada SOW mendatang...

KONSISTEN MELAKUKAN KOMITMEN

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13 : 8)


Sikap konsisten adalah salah satu sikap yang mulia dan terpuji khususnya terhadap komitmen sehingga sikap kita tersebut dihargai dan dipercayai baik oleh Tuhan maupun sesama. Bagi seorang pemimpin yang termasuk salah satu sikap utama uang dituntut darinya khususnya di hadapan para pengikutnya adalah konsisten dalam perkataan dan perbuatan di manapun ia berada, baik di keluarga, kantor, gereja, organisasi, dan tempat lainnya.

Bagi saya pribadi berbicara mengenai konsisten terhadap komitmen sangatlah mudah namun sulit melakukannya, Saya mengakuinya secara terbuka yaitu saya telah berkomitmen untuk taat kepada kehendak Tuhan dan menjauhi perbuatan dosa, tetapi saya melanggarnya karena saya emosi dan saya melakukan perbuatan yang mendukakan hati Tuhan. Sebagai saksi Kristus, saya sungguh malu karena saya menunjukkan cara hidup dunia yang tidak berkenan di hati Tuhan, yaitu misalnya kalau saya kesal, saya ingin merusak diri dengan merokok tanpa mempedulikan baik Tuhan maupun orang lain. Saya tahu bahwa perbuatan itu salah, namun karena emosiku yang tinggi saya melakukannya. Saya telah mengecewakan hati Tuhan Yesus, padahal Tuhan Yesus tetap konsisten baik kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya setia menyertaiku. Pimpinan Tuhan dalam hidupku sangatlah kuperlukan agar saya konsisten terhadap komitmen untuk taat kepada kehendak-Nya setiap hari setiap waktu apapun keadaannya.

Mulai hari ini saya memperbaharui komitmen saya yaitu untuk bertobat sungguh-sungguh dari karakter lamaku yang mudah emosi menjadi karakter yang baru yaitu sabar, tenang dan lemahlembut serta taat kepada kehendak Tuhan apapun resiko yang saya alami dalam hidup saya. Saya secara jujur mengakui bahwa saya belum mampu memimpin diri sendiri, namun saya berserah diri penuh kepada Tuhan Yesus untuk rela dipimpin oleh Roh Kudus.

Firman Tuhan bagi setiap orang khususnya para pemimpin melalui 1 Petrus 5 : 3 mengatakan,” Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” Salah satu teladan yang penting adalah sikap konsisten.

Dengan ketulusan hati, saya persembahkan hati dan pikiran saya bahkan seluruh hidup saya di atas mezbah Tuhan dengan doa permohonan, “ Ya Tuhan Yesus, bentuklah karakter saya utuh dan sempurna di hadapan-Mu dan sikap konsisten terhadap komitmen dalam hati saya untuk taat sepenuhnya kepada kehendak-Mu. Mampukanlah saya Tuhan oleh pimpinan Roh Kudus untuk melakukannya baik dalam perkataan maupun perbuatan yang nyata. Amin.”
(sumber referensi : “The Small Stuff of Wisdom” oleh Nick D. Adam. Ditulis oleh Harold Hutapea, siswa SOW angkatan ke-3)

Kamis, 17 September 2009

TAK GENDONG KE MANA-MANA

Suatu kali seorang pemuda bermimpi berada di sebuah tepian pantai. Di sana terhampar pasir putih yang berkilauan terkena sinar matahari. Dalam mimpinya, pemuda tersebut melihat dua buah pasang jejak kaki. Satu pasang jejak kaki adalah miliknya, dan sepasang yang lain milik Tuhan. Dua pasang jejak kaki tersebut berjalan sepanjang tepian pantai putih yang indah itu. Namun, mendadak muncul angin puting beliung menuju ke arah jejak kaki tersebut. Anehnya, sewaktu angin tersebut akan menerpa dua pasang jejak kaki itu, ternyata jejak tersebut malah berkurang menjadi satu pasang jejak kaki saja. Pemuda ini berpikir, sewaktu keadaan tenang, Tuhan selalu bersama-Nya, kok ketika keadaan sedang kritis, malah dia ditinggal sendirian. Beberapa waktu kemudian terdengar suara Tuhan, “sepasang jejak kaki tersebut bukan milikmu, tapi milik-Ku.” Pemuda ini kembali bertanya, “lalu di mana jejak kaki kepunyaanku?” “Jejak kakimu tidak ada lagi, sebab kamu sedang Ku-gendong,” Tuhan kembali menyahut. Dari kisah ini kita belajar bahwa kalau kita berjalan bersama Tuhan, pasti Dia akan menolong kita.
Berjalan bersama Tuhan itu memerlukan kesabaran dan kesetiaan. Jangan memaksakan kehendak kita. Biarkan Tuhan yang menuntun kita ke jalan yang benar, sampai pada finish. Sebab kita yakin bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang mendatangkan kebaikan bagi kita (Yeremia 11:29). Sebab bila memaksakan kehendak kita, bisa-bisa untuk sampai ke finish harus memakan waktu puluhan tahun, padahal sebenarnya bila kita menurut saja, perjalanan tersebut hanya memakan setahun atau dua tahun aja. Bukti sejarahnya adalah bangsa Israel.
Bangsa Israel harus berjalan keluar dari Mesir menuju Tanah Kanaan selama 40 tahun (Keluaran 13:18; 16:35). Mereka harus berputar-putar terlebih dahulu di padang gurun. Padahal bila dilihat dari jarak yang seharusnya mereka tempuh, perjalanan tersebut paling tidak hanya memakan waktu tidak lebih dari 10 hari. Mengapa mereka harus mengalami hal itu? Supaya mereka benar-benar menyadari bahwa kalau perjalanan mereka berhasil sampai di tempat tujuan, bukanlah karena kekuatan dan kehebatan mereka, melainkan hanya karena anugerah Tuhan saja. Tuhanlah yang memimpin dan menyertai mereka selama berada di padang gurun. Buktinya, kasut (sandal) yang mereka kenakan tidak cepat rusak. Mereka diberi makan manna dan burung puyuh selama 40 tahun oleh Tuhan. Tuhan memberikan kepada mereka air untuk diminum, sehingga mereka tidak kehausan sepanjang perjalanan tersebut.
Apabila bangsa Israel yang tegar tengkuk itu dibiarkan berjalan hanya menempuh waktu sekitar 10 hari saja, dapat dipastikan bahwa mereka akan sombong. Menganggap jika mereka bisa sampai di Tanah Kanaan adalah karena kekuatan dan kemampuan mereka sendiri, bukan karena pertolongan Tuhan. Hal ini tidak dikehendaki Tuhan. Maka Tuhan membuat perjalanan bangsa Israel itu menjadi sangat lama, bertujuan untuk merendahkan hati mereka. Sampai mereka benar-benar mengakui kemahakuasaan dan keperkasaan Tuhan atas hidup mereka. Sayangnya, hanya dua orang saja yang bisa sampai di Tanah Kanaan, yakni Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun. Selebihnya, termasuk Musa dan Harus, harus mati di padang gurun.
Dalam perjalanan hidup kita, penting sekali berjalan bersama Tuhan. Berarti kita harus menanggalkan semua agenda hidup kita dan mengisinya dengan agenda-Nya. Kita harus mengikuti kehendak Tuhan atas hidup kita. Selama kita mengandalkan Tuhan, maka apa saja yang kita kerjakan akan menjadi berhasil (Yeremia 17:7). Contoh nyata adalah Yusuf. Di manapun dia berada, bahkan dalam penjara sekalipun, ketika Tuhan menyertainya, maka kehidupannya menjadi berhasil (Kejadian 39:2, 23; 41:40). Namun ketika mengandalkan kepada kekuatan sendiri, di sinilah awal kehancuran kita (Yeremia 17:5). Contohnya adalah Simson. Di mana dia harus mati tragis, kedua matanya buta (Hakim-hakim 16:23-30).
Keputusan kita sekarang sangat menentukan akan menjadi apa kita nanti. Oleh karena itu, sekarang juga putuskanlah agar kita mau berjalan bersama Tuhan dan menyerahkan semua hak yang kita miliki untuk diberikan kepada-Nya. Biarkan Tuhan sendiri yang menuntun jalan hidup kita sampai kepada tempat tujuan akhir. (diambil dari Tabloid Keluarga edisi ke-54 Edisi September 2009, karya: Pdp. Tony Tedjo, M.Th)

Selasa, 25 Agustus 2009

E-BOOK MENOREH PRESTASI MENDULANG REJEKI (7 Langkah Menjadi Penulis Sukses)

Dapatkan e-book berjudul "Menoreh Prestasi Mendulang Rejeki (7 Langkah Menjadi Penulis Sukses) dengan harga Rp70.000 (Tujuh Puluh Ribu Rupiah) atau $8. Penulis oleh Pdp. Tony Tedjo, M.Th seorang penulis beberapa buku laris, redaksi tabloid rohani KELUARGA, penulis lepas di beberapa majalah rohani, pengajar, hamba Tuhan, konsultan literatur.
Didalam e-book berjudul Menoreh Prestasi Mendulang Rejeki ini berisi langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan oleh setiap orang untuk menjadi seorang penulis yang berhasil.
Beberapa bagian isi buku ini sudah dibagikan dalam pertemuan Sekolah Menulis Alkitabiah (SOW) di Bandung.

Apabila Anda memesan sebelum tgl 30 September 2009, maka akan mendapatkan 10 bonus berikut: 1)Penerbitan Sendiri (Self-Publishing); 2) Strategi Promosi; 3) Pembuatan ISBN; 4) Membuat Buku Laris; 5) Menulis Cerpen; 6) Menulis Renungan; 7) Menulis Biografi; 8) Tulisan dan Pelayanan; 9) Manajemen Penerbitan Buku; dan 10) Menjadi Kaya dengan Menulis.
Pesanan akan dikirimkan ke alamat Anda via email, setelah kami menerima bukti transfer Saudara. Silakan hubungi no 081394401799 atau penerbitagape@gmail.com. Rekening BCA an. Tedjo Tony no ac. 0080332041.

Rabu, 19 Agustus 2009

Agape News (Agustus-September 2009)

Sekapur Sirih
Salam dahsyat penulis!
Jumpa lagi dengan kami dengan Koper News. Mulai edisi Agustus-September 2009 dan seterunya kami berganti nama menjadi Agape News. Dan pada kesempatan ini akan membagikan berita seputar pelayanan SOW, Agape dan KPR.
SOW angkatan ke-3 telah berjalan dari 20 Juli lalu. Penerbit Agape kembali menerbitkan buku baru berjudul “Bingkai Kehidupan” yang sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. KPR berencana akan mengadakan ekspansi ke berbagai kota di Indonesia. Selamat membaca!
Ketua

Diperlengkapi untuk Menulis
Dalam rangka memperlengapi umat Tuhan dengan ketrampilan menulis, maka tgl. 6 Juni 2009 lalu BPM STT KHARISMA bekerjasama dengan SOW mengadakan Seminar Praktis Menulis Buku Rohani. Acara dimulai pukul 08.30-11.30 WIB bertempat di Gd. Kharisma Jl. BKR 98 A Bandung. Hadir sebagai pembicara Pdp. Tony Tedjo, M.Th. Sekitar 60 orang peserta yang hadir begitu bersemangat menyimak setiap materi yang disampaikan. Antusiasme mereka semakin bertambah, tatkala masing-masing peserta dibagikan 2 bh buku karya Pak Tony, berjudul “Menerbitkan Renungan Sendiri” dan “Bingkai Kehidupan”.
Acara di atas diadakan sebagai pemanasan untuk mengikuti SOW angkatan ke-3 yang diadakan oleh SOW sendiri. SOW ke-3 diadakan dua kali pertemuan masing-masing 6 jam, tgl. 20 Juli dan 17 Agustus 2009 bertempat di Hotel Perdana Wisata Bandung, dengan materi: “Mengembangkan Ide Menjadi Tulisan”, “Mengatasi Hambatan Menulis”, “Menulis Renungan”, “Menulis Biografi”, “Menulis Buku”, “Membuat Warta Jemaat Lebih Menarik”, “Wawancara Ala Wartawan”, dan “Manajemen Penerbitan Tabloid Rohani”. Para pembicara SOW kali ini minimal sudah menulis 4 buku, yaitu: Pdm. Juanda, S.Sos., MA., M.Th (Pimpinan Tabloid Rohani Keluarga, Penulis, Pengajar), Ev. Johny Tedjo, S.Th (Penulis, Motivator, Konsultan), dan Pdp. Tony Tedjo, S.Th., M.Th (Ketua SOW, Ketua KPR, Penulis, Pengajar).
Peserta yang hadir dalam SOW ke-3 ini berjumlah 15 orang dari berbagai lapisan usia. Karya para peserta ini sebagian sudah diterbitkan di blog www.schoolofwriting.blogspot.com dan sudah dibaca banyak orang. Beberapa di antaranya sudah menyiapkan naskah yang akan dijadikan sebuah buku. Memang, sesuai dengan visi dan misi SOW sendiri agar lebih banyak lagi anak-anak Tuhan yang berkarya dalam tulisan bagi kemuliaan nama-Nya. Ibu Pdm. Yohana Lily Lestari, S.PAK yang merupakan peserta SOW ke-1 sudah membuat buku “Isi Hati Wanita”. Bagaimana dengan alumni SOW yang lain? Mereka segera menyusul.

Dibaca Ribuan Orang
Penerbit Agape pada Juni 2009 lalu telah menerbitkan sebuah buku berjudul “Bingkai Kehidupan” yang didalamnya berisi 50 artikel menarik yang sudah diterbitkan oleh berbagai media dan sudah dibcara oleh ribuan orang. Seperti “Tiga Jurus Mempersiapkan Masa Depan”, Membangun Komunikasi Keluarga”, Hukum Karma vs Hukum Tabur Tuai”, “Mengendalikan Emosi Negatif”, “Mengelola Keuangan Keluarga”, “Mengapa Pendeta Tidak Suka Menulis?”, “Peran Orangtua di Tengah Arus Perubahan”, dan artikel menarik lainnya. Terhitung sepanjang bulan Juni lalu saja sudah terjual sekitar 300 buku. Dengan penyebarannya meliputi Bandung, Jakarta, Bogor, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Cimahi, Semarang, Madura, Yogyakarta, Surabaya, Palangkaraya, Pontianak, Nias, Kupang, Ternate, Papua, Malaysia dan lainnya.

GEMES (Gerakan Memberkati Sesama)
Penerbit Agape mengadakan GEMES atau Gerakan Memberkati Sesama, yaitu suatu pelayanan untuk membantu penyebaran buku-buku rohani kepada saudara-saudara seiman yang ada di daerah yang minim sekali terhadap bacaan rohani. Buku 1 Anda Bertanya Saya Menjawab, buku 2 Menerbitkan Buku Renungan, dan buku 3 Bingkai Kehidupan. Ada tiga tawaran judul buku yang tercakup dalam bentuk paket. Paket 1 seharga Rp200.000 (20 bh buku pertama), paket 2 Rp25.000 (15 buku ketiga), paket 3 Rp500.000 (15 buku pertama ditambah 10 buku ketiga), paket 4 Rp1000.000 (30 buku pertama ditambah 20 buku ketiga), paket 5 Rp1500.000 (50 buku pertama ditambah 30 buku kedua), dan paket 6 Rp2000.000 (40 buku pertama ditambah 50 buku kedua serta 30 buku ketiga). Ongkos kirim paket di atas Rp1000.000 gratis.
Berikut nama-nama mereka yang sudah membeli paket, yaitu: Bp. Samuel Tarigan membeli paket 1, Bp. Richard Suhendra membeli paket 5, Bp. Wae Harefa membeli paket 3, Bp. Iko Pekasa membeli 2 bh paket 2, dan Ibu Yohana membeli paket 1. Siapa lagi yang akan menyusul menjadi penyalur berkat Allah? Silakan hubungi kami di 081394401799 atau penerbitagape@gmail.com.

HOT NEWS
1. Workshop Menulis Buku Laris “6 Jam yang Mengubahkan” akan diadakan tgl. 26 September 2009 bertempat di Hotel Perdana Wisata Lt.4 Bandung. Pembicara Pdp. Tony Tedjo, M.Th. Materinya: “Menentukan Judul yang Menarik”, “Kiat Menarik Minat Pembeli”, dan “Melangkah Pasti dengan Hasil”. Dapatkan tips praktis untuk menjadi penulis buku laris. Disertai pelatihan dan tutorial. Semua peserta dijamin bisa membuat buku. Biaya Rp250.000 (makalah, lunch, makan, member card, sertifikat, buku Bingkai Kehidupan, gratis tutorial selama 12 hari setelahnya). Pembayaran sebelum 31 Agustus 2009 diskon 30%. Pendaftaran akhir tgl. 20 September 2009. Info: 081394401799; 08159084979; 022-91898699.

2. Workshop Menulis dan Menerbitkan Renungan “6 Jam yang Menggugah” akan diadakan tgl. 27 November 2009 bertempat di Hotel Perdana Wisata Lt. 4 Bandung. Dengan pembicara Pdp. Tony Tedjo, M.Th dan tim. Materinya: “Mengawali Tulisan”, “Mempercantik Renungan”, dan “Kiat Memiliki Penerbitan Sendiri”. Biaya Rp300.000 (makalah, lunch, makan, member card, sertifikat, langganan Culdesac selama 3 bulan, buku Menerbitkan Renungan Sendiri, gratis tutorial selama 12 hari setelahnya). Pembayaran sebelum 10 November 2009 diskon 30%. Pendaftaran akhir tgl. 20 November 2009. Info: 081394401799; 08159084979; 022-91898699.

3. Kini Anda bisa memesan e-book “Mengembangkan Ide Menjadi Tulisan” seharga Rp50.000. Pesanan ditujukan ke penerbitagape@gmail.com atau tony_kharis@yahoo.co.id. Cantumkan alamat email Anda dan tunjukkan bukti transfernya. Dapatkan kiat-kiat khusus menulis produktif dari Pdp. Tony Tedjo, M.Th.

Memperluas Jaringan
Sampai saat ini keanggotaan Komunitas Penulis Rohani (KPR) masih berkisar di Bandung dan sekitarnya. Di hari-hari ke depan akan diperluas jaringannya dengan merekrut anggota baru dari luar kota Bandung. Beberapa orang teman dari Papua, Bengkulu, Bogor, Depok, dan Jakarta sudah berminat untuk gabung. Kita juga akan mengembangkan di Solo, di sana saat ini sudah ada anggota KPR, yaitu Sdr. Fajar. Diharapkan kepada seluruh alumni SOW maupun saudara seiman lainnya yang tergerak untuk melayani bersama melalui tulisan bisa bergabung. Persyaratannya hanya menyerahkan foto copy ktp 1 lembar, pas foto 3x4 3 lbr dan uang kartu selama 1 tahun Rp20.000.


Agape News diterbitkan dwibulanan
Redaksi: Tony, Johny, Betri, Anggi
Telpon 081394401799; 08888255416; 08818223608
Email: tony_kharis@yahoo.co.id atau penerbitagape@gmail.com
www.agapemedia.blogspot.com dan www.schoolofwriting.blogspot.com
Rekening BCA Asia Afrika an. Tedjo Tony no ac. 0080331041